Bagaimana cara membedakan orang yang benarbenar pingsan dengan orang yang pura-pura pingsan?
Jawab:
Suatu ciri khas yang membedakan orang yang  pingsan pura-pura atau tidak adalah:
1.      Dia Pilih-pilih Tempat atau Tidak
Secara logika, seseorang yang tak sadarkan diri karena penyakit fisik tertentu tidak pernah sempat memilih tempat yang enak untuk jatuh pingsan. Seringkali mereka mengalami cidera di kepala, wajah, atau badan, akibat jatuh pingsan pada tempat yang tidak menguntungkan—di jalan, jatuh di kamar mandi, di tengah sawah, atau di tempat manapun yang tak terduga. Parahnya, mereka sedang sendirian pula. Sehingga cukup lama waktunya antara kejadian pingsan dengan datangnya pertolongan. Mereka jarang sekali pingsan di tengah keramaian, di mana banyak orang bisa memberikannya pertolongan dengan cepat.
2.      Sikap Terhadap Pingsannya Itu
Orang yang benar-benar mengalami pingsan akibat penyakit fisik, pasti akan berusaha mencari sebab terhadap pingsannya dan mengatasi semampunya. Kalau perlu dia akan berkonsultasi ke seorang ahli kesehatan, mengingat kejadian pingsan ini cukup membahayakan dirinya, dan mengganggu kualitas kerjanya. Namun mereka yang pingsan berpura-pura—entah sadar atau tidak terhadap kepura-puraannya itu—akan bersikap acuh tak acuh dan menganggap pingsannya adalah hal biasa.
Mereka yang berpura-pura justru merasa lebih beruntung setelah pingsan karena, secara langsung ataupun tidak, mereka mendapat perhatian dari orang-orang sekitarnya. Mereka menganggap pingsan ini sebagai fenomena biasa, tidak perlu mendapat penanganan apapun, toh akhirnya sembuh-sembuh sendiri. Mereka tidak merasa bahwa pingsan adalah suatu near-death experience. Berbeda dengan mereka yang pingsan tidak dengan berpura-pura. Mereka akan sekuat tenaga mencari dan mengatasi sebab pingsannya. Bagi mereka, pingsan adalah suatu pertanda bahwa kemampuan tubuhnya sedang melemah. Mereka ingin segera diatasi dan diobati, untuk mencegah terjadinya pingsan lagi di kemudian hari. Bagi mereka, pingsan sungguh merugikan.
Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa diawali dengan pingsan: Reaksi Syaraf Vagus (bisa disebabkan perubahan suhu mendadak), Perubahan Tekanan Darah (orthostatic hypotension), Anemia, Dehidrasi, Shock (terkena racun tertentu atau alergi obat-obatan), Obat (seperti obat antihipretensi, yang mengandung alkhohol, yang mengandung zat-zat adiktif seperti amfetamin, benzodiazepin, kokain, atau ganja), Hipoglikemi (kurang gula darah), Pemicu Psikologis (stress akut), Gangguan Detak Jantung, Aktivitas fisik yang berat, Tanda kehamilan (karena ibu tidak waspada), Gejala Stroke.
Pingsan bisa didahului oleh pusing atau perasaan melayang, terutama pada saat seseorang sedang dalam keadaan berdiri. Setelah terjatuh, tekanan darah akan kembali meningkat karena penderita telah berbaring dan karena penyebab pingsan telah hilang. Berdiri terlalu cepat dapat memnyebabkan penderita kembali pingsan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aktivitas Siswa dan Guru dalam Pembelajaran Berbasis Disruptive Innovation Learning

MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING AND LEARNING